Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Tentang Apa yang Tak Dapat Disampaikan

Ini akan menjadi suatu paragraf panjang, mungkin? Malam itu, mereka kembali. Mereka datang bertubi-tubi, beramai-ramai, berbondong-bondong. Aku yang membukakan pintu untuk mereka, dan aku mengizinkan mereka bertamu. Aku pikir mereka ingin datang berkunjung untuk bersilahturahmi, sudah lama rasanya mereka tidak menengokku. Ternyata aku salah. Mereka datang, untuk mengepungku kembali, untuk mengeroyokku kembali, untuk menghancurkanku kembali. Hm, salahku. Pikiran itu muncul kembali, rasa sedih itu datang dan menghinggap kembali. Apa lagi yang salah dengan diriku? Tidak, aku tidak ingin merasakan rasa ini. Tidak akan kubiarkan rasa ini menguasai dan mengendalikan diriku. Aku ambil pisau itu, ku tusukkan, dan ku goreskan pada lembaran kulit pada tubuhku untuk membunuh mereka. Dengan itu, rasa sedih pun berubah menjadi rasa sakit yang lebih nyata dan dapat diterima dengan akal sehat. Mereka diam, mereka membisu. Ku goreskan berkali-kali lagi, hingga darah m...

Semoga

Semoga yang jatuh akan ditangkap. Semoga yang sakit akan disembuhkan. Semoga yang hancur akan dipulihkan. Semoga yang lelah akan dikuatkan. Semoga, jangan sampai redup percikanmu. Karena percikan api itulah, Yang akan menjadi sumbu kehidupanmu.

Stigma Perempuan Korban Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual yang sudah menjadi berita sarapan sehari-hari masyarakat Indonesia, kian hari semakin marak terjadi. Jadi, siapa yang salah? Mengapa kekerasan seksual, khususnya perempuan sebagai korban, seakan tidak pernah surut? Kekerasan seksual adalah perilaku pendekatan yang terkait dengan seks yang tidak diinginkan, termasuk permintaan untuk melakukan seks, dan perilaku lainnya yang secara verbal maupun fisik merujuk pada seks. Kekerasan seksual bisa terjadi pada siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Stigma yang tumbuh di kalangan masyarakat Indonesia, adalah bahwa perempuan sebagai pemicu munculnya tindakan seorang lelaki yang melakukan kekerasan seksual, terutama dalam cara berpakaian korban perempuan tersebut. “Makanya, jaga pakaiannya dong. Pakaian nya pasti terbuka gitu, ngundang penjahat aja.” “Yang cewek pasti goda-goda cowok nya duluan.” “Pakai baju nya yang tertutup dong.” dan masih banyak serentetan stigma yang menyalahkan perempuan. Saya sadar, tidak se...

Cita Rasa

Mari, sebagai post  pertama (lagi) blog ini, aku akan bercerita melalui sebagian foto. Biarkan foto-foto ini yang akan menunjukkan 500 rasa yang pernah ada. (karena sebagian, jadi tidak 1001) Selamat menikmati pesta kenangan ini. Semoga amanah.