Skip to main content

Mahasiswi Cemas, Marak Pelecehan Seksual di Sekitar Unpar

Minggu, 3 Desember 2017, terjadi kasus pelecehan seksual di sekitar Jl. Bukit Indah (sekitar Warung Harmony) yang menimpa mahasiswi Unpar Fakultas Teknik berinisial DL.
Malam itu, sekitar pukul 11.45, saudari DL sedang berjalan sendirian di area Jl. Bukit Indah yang sepi menuju kos temannya. “Menurut aku, pakaian yang aku pakai ga mencolok. Aku pakai celana olahraga selutut, jaket besar kedodoran, dan hanya bawa handphone.” Saat kejadian, DL mengaku melihat pelaku tiba-tiba menyalakan motor dan mengarah ke arah DL.

“Motornya mengarah dekat banget ke aku, dan tiba-tiba semua jadi cepat sekejap mata. Salah satu tangannya tiba-tiba aja mengarah ke dada aku dan meraba kencang ke dada sebelah kiri aku, terus kabur gitu melaju cepat ke arah Jl. Ciumbuleuit,” ujar DL saat diwawancarai via Line.
DL mengaku sangat shock dan gemetaran saat itu, dan kejadian tersebut berhasil membekaskan luka trauma bagi ia. Tetapi, DL berkeinginan dan bertekad untuk melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib nantinya.

“Tetap jaga diri dan selalu sigap dimanapun kamu berada, sekalipun di daerah yang udah kamu kenal banget. Tetap waspada, karena ngga ada cewek atau cowok yang pantas dilecehkan. Dan jangan menyalahkan diri terus-menerus. Speak up,” saran DL bukan hanya kepada mahasiswa, tetapi juga untuk warga sekitar daerah Ciumbuleuit, Bandung.

Menurut keterangan dari salah satu warga, Tio, pemilik warung De Harmony, ia belum mengetahui kejadian pelecehan seksual yang terjadi di Jl. Bukit Indah lalu.

“Kurang kerjaan sih orang yang kayak begitu. Selain berhati-hati, seharusnya ada pos kamling dan keamanan (sekuriti), banyak juga kan mahasiswi yang lewat daerah sini juga malam-malam,” ujar Tio ketika ditanyai langsung.

Hal senada juga disampaikan oleh Evelyn Tanissa, mahasiswi Fakultas Hukum 2017 Unpar. Evelyn beranggapan bahwa sudah saatnya kaum perempuan berani berbicara untuk menekan para pelaku pelecehan yang berpikiran sempit, agar kejadian seperti ini dapat diminimalisir hingga tidak terulang lagi.

“Hal tersebut bisa terjadi bukan karena salah cara berpakaian, bukan juga salah perempuan. We respect men. So why don’t they respect us?” ujar Evelyn.

Hingga berita ini diturunkan, Reporter mendapat laporan bahwa setelah kasus yang menimpa saudari DL, masih ada 2 korban pelecehan seksual yang tidak diketahui identitasnya.

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Apa yang Tak Dapat Disampaikan

Ini akan menjadi suatu paragraf panjang, mungkin? Malam itu, mereka kembali. Mereka datang bertubi-tubi, beramai-ramai, berbondong-bondong. Aku yang membukakan pintu untuk mereka, dan aku mengizinkan mereka bertamu. Aku pikir mereka ingin datang berkunjung untuk bersilahturahmi, sudah lama rasanya mereka tidak menengokku. Ternyata aku salah. Mereka datang, untuk mengepungku kembali, untuk mengeroyokku kembali, untuk menghancurkanku kembali. Hm, salahku. Pikiran itu muncul kembali, rasa sedih itu datang dan menghinggap kembali. Apa lagi yang salah dengan diriku? Tidak, aku tidak ingin merasakan rasa ini. Tidak akan kubiarkan rasa ini menguasai dan mengendalikan diriku. Aku ambil pisau itu, ku tusukkan, dan ku goreskan pada lembaran kulit pada tubuhku untuk membunuh mereka. Dengan itu, rasa sedih pun berubah menjadi rasa sakit yang lebih nyata dan dapat diterima dengan akal sehat. Mereka diam, mereka membisu. Ku goreskan berkali-kali lagi, hingga darah m...

Cita Rasa

Mari, sebagai post  pertama (lagi) blog ini, aku akan bercerita melalui sebagian foto. Biarkan foto-foto ini yang akan menunjukkan 500 rasa yang pernah ada. (karena sebagian, jadi tidak 1001) Selamat menikmati pesta kenangan ini. Semoga amanah.